Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung memberikan sosialisasi dan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir, Selasa (30/11). Pembentukan Destana ini diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan di TPI Pantai sine Kalibatur Kecamatan Kalidawir.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 orang peserta dari perangkat desa dan masyarakat yang ada di Desa Kalibatur dengan menghadirkan narasumber dari Fasilitator Daerah (Fasda) BPBD Provinsi Jawa Timur. Selain di ikuti warga Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir, kegiatan serupa juga oleh PMII TULUNGAGUNG, Aktivis Peneleh Tulungagung dan relawan kebencanaan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Soeroto S.Sos M.M melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Zaenal ansori mengatakan pemilihan desa untuk dibentuk Destana ini dilakukan dengan melihat potensi yang ada di suatu desa.

“Untuk Desa Kalibatur kami pilih karena disini dalam pemberitaan sering terjadi Tsunami. Kebetulan pihak desa sanggup untuk membentuk relawan desa tangguh bencana. Kesanggupan dari relawan dan pemerintah desa ini yang utama. Kalau tidak ada respon dari masyarakat kita menyuruh saja tentu tidak akan bisa akan terbentuk karena ini sifatnya relawan,” katanya.

Menurut Zaenal, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Destana yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan mampu menghadapi potensi ancaman yang ada di daerah tersebut.

“Masyarakat sudah tahu kalau ada tsunami dan musim hujan banjir dan sebagainya. Jadi masyarakat mampu mengatasi menghadapi potensi ancaman yang ada. Kemudian beradaptasi dengan kejadian bencana seperti yang ada di Desa desa di Tulungagung. Dimana masyarakat sudah membuat tanggul-tanggul saat banjir,” jelasnya.

Ahmad Junaidi Firdaus Selaku Koordinator Relawan PMII CARE PC PMII TULUNGAGUNG berpendapat Tidak kalah pentingnya jelas adalah memulihkan kembali kondisi setelah terjadi bencana, terutama kalau ada faktor psikologis anak-anak dan sebagainya. “Misalnya kalau pernah terjadi gempa dan tsunami, begitu ada getaran sedikit anak-anak sudah takut. Mungkin disini kalau ada air pasang sedikit dikiranya banjir. Oleh karena itu dampak psikologisnya harus dipulihkan,” tegasnya.

Lebih lanjut Junaidi menegaskan hingga saat ini sudah ada 12 desa dan kelurahan yang sudah membentuk Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana. Disamping BPBD Kabupaten Tulungagung , pembentukan Destana ini juga dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur.

“Selain itu, potensi bencana di luar alam ada pada perusahaan seperti kebocoran gas, kebocoran saat terjadi bencana seperti yang sudah disimulasikan di Perusahaan wilayah Tulungagung. Kita sudah berkoordinasi dengan perusahaan jika terjadi bencana di luar alam supaya perusahaan bisa mengantisipasinya,” pungkasnya.